jump to navigation

Ngebuuutttt!!! Juni 27, 2008

Posted by ramadhanchan in Aku dan Hembusan Angin.
Tags: , ,
2 comments

Buat kalian yang sering naek atau malah doyan naek motor, pastinya pernah sekali-sekali ngebutttttt… (atau malah tiap hari!) wuihhhh, salip menyalip diantara motor-motor dan mobil. Rasanya kan buangga banget waktu nyalip motor-motor orang laen walau dengan resiko kalo gak konsen dan kurang sigap mengendalikan motor bisa-bisa nabrak .

Belakangan ini entah kenapa saya doyan banget ngebut, dan yang bikin anehnya, saya justru lebih doyan ngebut disaat jalanan lagi rame atau mungkin macet (Kesannya lebih gimana gitu!), di jalanan yang sepi justru saya lebih biasa-biasa aja ngejalaninya. Mobil, motor, truk dan sebagainya saya libas sampai tuntas…huahahahahaha. Walau begitu bukan tanpa resiko lho, pernah tuh hampir nabrak mobil gara-gara gak konsen. So, konsentrasi sepenuhnya kalo lagi ngebut okeyyy, berdoa semoga Yang diatas sana ngasih umur panjang ama kita.

Belum pernah kepikir dalam benak saya buat ngebut-ngebutan dijalan… (Halah…ada apa ini?). Bagaimana tidak, saya bisa naek motor baru bisa setahun belakangan ini aja, sebelum-sebelumnya saya adalah sosok remaja pria yang fobia banget ama ngemudiin motor (Mungkin ada yang tertawa dengan pengakuan saya ini …), pokoknya naek motor tuh ….sumpahhhhh ngeri banget, anjritttttt gak mau tuh walo dikasih berjuta-juta juga buat ngemudiin motor. Sejarahnya ampe gitu gimana sih? aha, kan kuceritakan secara ringkas aja deh…

Saya mang telat banget kenalan ma yang namanya motor (Maksudnya belajar naek motor gituh!), bisanya cuma dibonceng doang…hahahahaha. Waktu temen-temen cewe di perumahan saya dah pada bisa naek motor….yaiksss syok juga, anjrit gua aja belom bisa napa mereka bisa. Keinginan buat belajar saya tahan karena gua takut banget buat belajarnya, takut ketahuan jatoh waktu belajar, malu banget tuhhh… Akhirnya gua dapet kesempetan belajar naek motor juga, tapi inilah yang menjadi awal fobia saya. Gara-gara waktu ngemudiin gak bener hingga jatoh, saya dimarahin abis2an ma bapak. Intinya gara-gara itu gua males banget kalo ngemudiin motor… takut jatoh terus diketawain, takut jatoh terus dimarahin, takut nabrak orang lain, takut ditabrak kalo pergi ke jalan raya, pokoknya kalo mo ngemudiin motor tuh takut buanyak banget yang ada di benak saya. Bahkan adik saya yang bedanya cuma 2 tahun dari saya, lebih dahulu mahir. Jadinya kalo perlu sesuatu yang membutuhkan motor ato ibu minta dianter kemana gitu, adik sayalah yang disuruh! Akibatnya saya merasa jadi orang yang paling hina, merasa tolol banget, bego bin dudul, saya kakaknya, anak sulung pula tapi kok gak dikasih kepercayaan buat disuruh, tambah sakit hati aja ma motor. Fobia ini terus melekat sampai saya lulus dari SMA.

Saat mau kuliah, saya dibelikan motor oleh orangtua… maklum kampus jauhnya sekitar 27 kilometer dari rumah (jauh juga yak…), perasaan saat itu antara seneng dan takut. Waduh, gimana nih, jangankan ke jalan raya, naek motor ajah masih goyang kesana kemari. Stress juga mikirinnya… tapi saya coba nekat untuk mau belajar, terserah apa yang terjadi. Dibantu ama paman saya, saya pergi ke lapangan datar buat ngelancarin naek motor (Asal tau aja, satu2nya cowok (18 taun pula!) yang gi belajar naek motor cuma saya doang, sisanya cewek-cewek yang masih imut-imut, malu? …enggak tuh (Dah diniatin buat bisa, apapun yang terjadi). Dengan perjuangan sampe berdarah-darah, terkoyak, teraniaya… (Halah kayak di sinetron), saya bisa juga naek motor dengan cukup lancar walo masih belum berani banget buat ngendarain ke jalan raya. Tapi… segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, hari pertama saya kuliah ke kampus dengan naek motor berjalan dengan sukses walau sempet keluar keringat dingin juga… Hip hip huraaaa

Sekarang tuh motor jadi pacar saya huahahahahaha… dan naek motor jadi hal yang super menyenangkan buat saya, bahkan saya jadi doyan ngebut juga, asik berat. Waktu saya naek motor, sering saya tersenyum simpul saat mengingat dulu. Manis, asam, kecut, pahit….

Mengurangi Efek Pemanasan Global Juni 25, 2008

Posted by ramadhanchan in Hijaukan Dunia.
Tags: , ,
1 comment so far

KabarIndonesia – POTENSI kerusakan yang begitu dahsyat akibat pemanasan global (global warming) memerlukan strategi untuk mereduksinya secara global pula. Selain efeknya terhadap lingkungan, pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim (climate change) juga memberikan efek serius pada kehidupan sosial masyarakat. Lebih memilukan lagi, masyarakat yang terkena langsung efeknya adalah masyarakat miskin.

Hal tersebut terjadi karena golongan masyarakat miskin tidak memiliki kemampuan finansial memadai untuk melakukan tindakan adaptasi, terutama kelompok masyarakat yang kebutuhan hidupnya bergantung pada alam, seperti nelayan, petani, dan pekerjaan sejenisnya. Pasalnya, nelayan harus berlayar ke tengah laut untuk menangkap ikan karena ikan-ikan yang menjadi target tangkapan menjauhi daerah dekat pantai akibat pemutihan terumbu karang. Demikian juga petani, mereka akan kesulitan menanam tanaman dengan berubahnya iklim dan kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

Dampak lain dari pemanasan global adalah sejumlah keanekaragaman hayati terancam punah akibat peningkatan suhu bumi. Akibat pemanasan global, setiap spesies juga harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dimana habitatnya terdegradasi atau mengalami penurunan kualitas. Setidaknya sebagai makhluk yang tinggal satu atap di planet bumi, kita tak akan membiarkan bumi ini kian lama kian meradang. Strategi pertama dan utama yang lebih baik dilakukan untuk mengurangi efek pemanasan global. Tentu saja adalah dengan mengubah perilaku individu, karena pemahaman terhadap efek dari pemanasan global yang ditanamkan hari ini berdampak besar pada generasi mendatang di kemudian hari, seperti menghemat penggunaan air dan lebih berhemat pada pemakaian listrik.

Pemanasan global terjadi karena terlalu banyak gas rumah kaca yang lepas di atmosfer. Gas rumah kaca didominasi oleh karbondioksida (CO2). Sebagian besar CO2 dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Atas dasar itu, penghematan dalam pemakaian listrik secara tidak langsung juga akan mengurangi kadar CO2 di atmosfer. Selain itu, efek pemanasan global dapat direduksi dengan melakukan penanaman pohon. Oleh karena CO2 dipergunakan tanaman untuk fotosintesis, maka penanaman pohon dalam jumlah banyak dapat menjadi solusi.

Pada titik ini, penanaman pohon secara massal perlu dilakukan, misalnya dengan membuat taman kota dan hutan kota serta menggalakkan kewajiban menanam pohon bagi instansi, perumahan atau lembaga lain. Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sebagai penyumbang sumber CO2 terbesar di wilayah perkotaan juga perlu diantisipasi dengan mengubah perilaku hidup.

Perlu diingat, sekitar 70 % pencemaran udara dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Upaya mengurangi efek pemanasan global dapat juga dilakukan dengan mencari energi alternatif. Penggunaan energi alternatif yang dapat diperbaharui perlu dilakukan di Indonesia. Pembangkit listrik di Indonesia kebanyakan menggunakan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam dimana ketiganya mengeluarkan CO2. Jadi, semakin kita boros menggunakan listrik, semakin banyak CO2 yang dikeluarkan. Daripada terus-menerus boros listrik dan pemerintah harus membangun pembangkit listrik berbahan fosil baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, alangkah lebih baik jika melakukan penghematan dalam penggunaan listrik.

Dengan melakukan penghematan listrik, anggaran pemerintah untuk subsidi listrik yang besar bisa dipakai untuk membangun pembangkit listrik dengan energi bersih, seperti sinar matahari, air, angin, biomassa, dan panas bumi. Sisi lain yang tak mungkin dilupakan untuk mencegah pemanasan global adalah dengan upaya pelestarian hutan.

Masyarakat dan pemerintah harus berupaya bersama-sama dalam menjaga hutan dari kebakaran. Negara-negara lain memandang kebakaran hutan yang kerap kali terjadi di Indonesia merupakan penyumbang CO2 terbesar di dunia. Bahkan, diwartakan di beberapa media massa bahwa Indonesia dituding menjadi negara ketiga penyumbang pemanasan global karena penebangan dan pembakaran hutannya yang cukup besar. Begitu juga dengan memperbaiki kualitas kendaraan dengan uji emisi dapat mereduksi efek dari pemanasan global. Uji emisi merupakan sarana untuk memperoleh kepastian mengenai kinerja mesin kendaraan apakah dalam kondisi prima atau sebaliknya.

Melakukan uji emisi dengan benar terhadap kendaraan bermotor perlu dilakukan karena mesin yang prima akan mengeliminir pembuangan gas karbon sehingga dapat ikut menjaga lingkungan dan hemat bahan bakar. Perlu juga dilakukan adalah dengan membina kelompok pelajar, mahasiswa, dan masyarakat pecinta lingkungan untuk bersama-sama berjuang mengatasi efek dari pemanasan global.

Upaya sadar lingkungan harus mulai digerakkan sedini mungkin pada anak-anak dan remaja. Yang jelas, strategi dan upaya untuk mereduksi efek pemanasan global haruslah didukung oleh segenap pihak. Meskipun hasilnya tidak dapat dilihat secara langsung dan cepat, upaya mengatasi dampak pemanasan global yang dilakukan saat ini akan dirasakan manfaatnya kelak. Efek pemanasan global tidak dapat dicegah hanya melalui individu, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika kita memulai upaya sadar lingkungan mulai saat ini demi generasi yang akan datang. Mari bertindak nyata demi masa depan bersama.

* ROFIQOH HADIYATI Akademikus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Berdasarkan artikel dari http://www.kabarindonesia.com

Mahasiswa kok tindakannya norak??? Juni 24, 2008

Posted by ramadhanchan in Aku dan Sekitarku.
Tags:
5 comments

Petang ini, 24 Juni 2008 … selesai melepas lelah setelah pulang dari kampus yang jaraknya dari rumah sekitar 27 kilometer, saya pun duduk di sofa sambil memperhatikan televisi yang telah menyala. Pindah-pindah saluran mencari acara yang asik… dan pikiranku pun berlabuh di salah satu saluran tv yang menayangkan berita. Saya pun memperhatikan secara seksama berita yang menampilkan berbagai peristiwa di penjuru tanah air. Tak lama, muncul berita yang … membuat saya menggerutu. Dari headline-nya “Demo Kenaikan Harga BBM”, wah, masih ada juga yah mahasiswa yang demo. Pikiran saya sih masih lurus-lurus saja. Tak lama kemudian… terlihat video dimana sekumpulan massa yang terdiri dari para mahasiswa tampak sedang menggoyang-goyangkan pagar DPR hingga roboh…

???? Bengong saya dibuatnya… apa-apaan ini?! kemudia tampak lagi peristiwa yang bikin otak saya memanas… sekumpulan orang tampak merusak dan menggulingkan mobil milik pemerintah.

Seribu kutuk gendeng, sumpah serapah saya keluarkan dari mulut saya! Kenapa seorang intelektual bangsa bertitel MAHASISWA melakukan tindakan yang sangat anarkis seperti itu? Tidakkah mereka malu dengan gelar SISWA yang sudah mencapai tingkat MAHA tersebut berperilaku seperti preman yang tidak berpendidikan? Tidak bisakah otak lebih berbicara daripada otot?

Kenaikan BBM memang membuat beban kita sebagai rakyat biasa menjadi semakin berat! Toh itupun saya sadari, uang jajan saya yang tak seberapa harus di’sunat’ karenanya. Ngedumel juga waktu pemerintah dengan resmi menaikkan harga BBM. Tapi saya berpikir bahwa itu mungkin harus terjadi. Pergerakan harga minyak dunia yang tidak stabil, membuat pemerintah harus mencari berbagi strategi untuk mengamankan perekonimian negara dan… dinaikanlah harga BBM.

Huh…!

Kalau kemudian rakyat berang juga sangat wajar… masuk akal gitu…

Tapi kalau kemudian demo anti kenaikan BBM yang dilakukan mahasiswa berujung ke tindakan anarkis yang merusak apakah sesuatu yang cukup wajar juga? Saya akan jawab… TIDAK! Tidak tidak dan tidak. Mereka pikir apa yang telah mereka rusak itu dibuat dengan uang jajan mereka… semua yang mereka rusak itu berasal dari uang RAKYAT yang ironisnya mereka anggap sedang mereka bela. Rasanya itu semua menjadi sebuah paradok yang bikin ngenes hati.

Para mahasiwa berkoar-koar bahwa apa yang sedang mereka lakukan adalah untuk rakyat tapi pada tindakannya justru merusak barang yang notabene dibiayai rakyat. Apakah hal seperti itu tak terpikirkan sebelumnya…entahlah…

Rasanya kok kurang bijak atas apa yang dilakukan para mahasiswa di Jakarta hari ini… Saya pun mahasiswa juga tapi kok enggak sampai hati merusak barang saat ikut demontrasi…

Apakah rakyat lebih suka dengan tindakan mahasiswa yang seperti itu atau lebih suka dengan mahasiswa yang tekun belajar agar kelak ilmu yang ia terima di perkuliahan bisa membantu negara dan rakyat biasa?

Hmmmmm… saya lebih suka menjadi mahasiswa yang tekun belajar agar kelak ilmu yang saya kuasai bisa berguna untuk orang kebanyakan… misalnya saya menemukan sebuah formula rahasia yang bisa mengubah air menjadi bensin, membuat sebuah LSM yang membantu perekonomian rakyat kecil, membuat sebuah mobil berbahan bakar super irit… bukankah itu lebih berguna bagi rakyat daripada berkoar-koar tidak jelas dimana aspirasinya belum tentu didengar dengan orang yang di DPR sana…

Hiks hiks hiks…

Pohon Ajaib Berbuah Aneh…! Juni 20, 2008

Posted by ramadhanchan in Uncategorized.
Tags:
261 comments

Mau lagi? Kasih dahhhhhh…

This amazing tree named “Nareepol” in Thai.Naree means “girl/woman” and pol means plant/tree or “buah” in Malay. It means women tree. It is amazing what God create the World in many forms that amused human beings…
You can see the real tree at Petchaboon province about almost 500 kms away from Bangkok.

Kalian percaya gak ma gambar pohon ajaib tersebut?

Busyet dah, bener-bener aneh bin ajaib…

Kayak patung lilin yah?

Percaya atau tidak, terserah anda! ^^

Bandung,Dulu dan Sekarang Juni 19, 2008

Posted by ramadhanchan in Aku dan Sekitarku, Uncategorized.
11 comments

 

Saat kita mendengar kata “Bandung” tentunya pikiran kita akan langsung terkait dengan ibukota dari provinsi Jawa Barat. Bandung pun termahsyur sebagai jelmaan Paris di pulau Jawa.

Kalian yang tinggal di bandung ato mungkin pernah tinggal di bandung tentunya punya kenangan tersendiri tentang kota ini… pernahkah kalian membayangkan seperti apa sih kota bandung di masa silam… romantisme apa yang dipancarkan oleh kota ini… mungkin hanya para oma dan opa ato mungkin papi mami kalian yang bisa melukiskannya… hehehehehehe…

Bayangkan para noni-noni  belanda berseliweran menikmati sensasi unik dari kota ini, para pribumi sibuk dengan urusannya… para Cina asik berdagang, terhipnotis dengan atmosfer yang diberikan…

 savoy homan         

Pastinya kita akan ngiler bin sirik sama penduduk Bandung waktu itu… soalnya Bandung masih sejuk, rapi, teratur dan nyaman…

Pemerintahan Belanda yang waktu itu memerintah emang peduli banget dan sensitif ama tata ruang, makanya saat itu orang-orang pada betah banget (Kayaknya sekarang juga masih…! hehehehehe). Intinya, Bandung dimasa lalu seperti bunga cantik yang menebar keindahan dan bau harum ke semua orang….

Bagaimana Bandung jaman sekarang… apakah  masih menebarkan romantismenya? Aha!… itu bener-bener pertanyaan 1 juta dolar… mari kita lihat…

bandung rame                           landscape bandung

Aaaaaa… dimana Bandung yang indah itu??? siapa yang telah merenggut keindahannya???                   

Tapi Bandung masih tetap indah kok dimata saya… semata-mat karena saya lahir, besar dan berusaha menggapai kedewasaan di kota ini… curang memang bersikap objektif… ahhhhh!                                                                                                                                                                                                                     

 

Awalku untuk berbagi dengan dunia… Juni 16, 2008

Posted by ramadhanchan in Aku dan Hembusan Angin.
Tags:
add a comment

Akhirnya nih wordpress jadi juga… seribu harapan dan keinginan muncul. Tentunya sebuah keinginan dan harapan yang positif. Saya ingin berbagi cerita, mulai dari derai tawa sampai tangis air mata, dari mesin pencari Google (nih nenek moyang saya…!) sampai sistem operasi Linux Ubuntu, dari perairan laut Mati sampai puncak Everest… yeahhhh… world is really complicated and sophisticated.

Sudilah untuk menerimaku di dunia  yang luas ini, ajarilah aku melihat dunia agar aku tak tersesat karenanya… maka aku akan mengajarimu memakai mesin pencari Google… (Gak gak gak…)