jump to navigation

Pake motor, ngebonceng atau dibonceng? Januari 20, 2009

Posted by ramadhanchan in Aku dan Sekitarku.
add a comment

Yap, ngeboceng atau dibonceng? Mungkin pertanyaan ini tidak adil karena buat mereka yang tidak bisa naik motor, hanya satu jawaban yang pasti…Dibonceng! Tapi buat yang bisa naik motor maka ada dua kemungkinan jawaban. Hohoho…sorry deh buat yang gak bisa naik motor no offense dah!

Saya sendiri lebih suka ngebonceng daripada dibonceng, walau capek dan harus konsentrasi terus sepanjang perjalanan demi keselamatan yang naik motor, tak masyalah deh. Itu lebih menyenangkan dan mengasyikkan. Kita menjadi pemegang kendali secara penuh motor kita, bebas aja mau diapain tuh motor, kalau yang saya bonceng adalah cewek kece, huehehehehe…gas rem gas rem gas rem  ;p cuma awas keseringan gas rem akhirnya malah jadi gini -> (Plakk (Ditampar)…bisa gak sih pake motor, SIM belum punya dah berani boncengin gue?!). Pokoknya ngebonceng tuh asoy deh daripada dibonceng menurut saya!

Kalau dibonceng, apalagi sama orang yang doyan ngebut, busetttttt… sport jantung banget deh, entah kenapa saya jika dibonceng kurang bisa memperkirakan keamanan salip menyalip, mungkin saja bagi orang yang negbonceng saya, keaadaan cukup aman untuk menyalip kendaraan yang didepan, tapi bagi saya yang dibonceng entah kenapa ‘daya perkiraan salip menyalip’ seperti hilang begitu saja, yang ada hanya kengerian, komat kamit berdoa kepada Tuhan YME agar diberi keselamatan sampai tujuan sepanjang perjalanan (Lebay tapi gak lebay)….

Kira2 kalian lebih suka dibonceng atau ngebonceng nih?

Mahasiswa kok tindakannya norak??? Juni 24, 2008

Posted by ramadhanchan in Aku dan Sekitarku.
Tags:
5 comments

Petang ini, 24 Juni 2008 … selesai melepas lelah setelah pulang dari kampus yang jaraknya dari rumah sekitar 27 kilometer, saya pun duduk di sofa sambil memperhatikan televisi yang telah menyala. Pindah-pindah saluran mencari acara yang asik… dan pikiranku pun berlabuh di salah satu saluran tv yang menayangkan berita. Saya pun memperhatikan secara seksama berita yang menampilkan berbagai peristiwa di penjuru tanah air. Tak lama, muncul berita yang … membuat saya menggerutu. Dari headline-nya “Demo Kenaikan Harga BBM”, wah, masih ada juga yah mahasiswa yang demo. Pikiran saya sih masih lurus-lurus saja. Tak lama kemudian… terlihat video dimana sekumpulan massa yang terdiri dari para mahasiswa tampak sedang menggoyang-goyangkan pagar DPR hingga roboh…

???? Bengong saya dibuatnya… apa-apaan ini?! kemudia tampak lagi peristiwa yang bikin otak saya memanas… sekumpulan orang tampak merusak dan menggulingkan mobil milik pemerintah.

Seribu kutuk gendeng, sumpah serapah saya keluarkan dari mulut saya! Kenapa seorang intelektual bangsa bertitel MAHASISWA melakukan tindakan yang sangat anarkis seperti itu? Tidakkah mereka malu dengan gelar SISWA yang sudah mencapai tingkat MAHA tersebut berperilaku seperti preman yang tidak berpendidikan? Tidak bisakah otak lebih berbicara daripada otot?

Kenaikan BBM memang membuat beban kita sebagai rakyat biasa menjadi semakin berat! Toh itupun saya sadari, uang jajan saya yang tak seberapa harus di’sunat’ karenanya. Ngedumel juga waktu pemerintah dengan resmi menaikkan harga BBM. Tapi saya berpikir bahwa itu mungkin harus terjadi. Pergerakan harga minyak dunia yang tidak stabil, membuat pemerintah harus mencari berbagi strategi untuk mengamankan perekonimian negara dan… dinaikanlah harga BBM.

Huh…!

Kalau kemudian rakyat berang juga sangat wajar… masuk akal gitu…

Tapi kalau kemudian demo anti kenaikan BBM yang dilakukan mahasiswa berujung ke tindakan anarkis yang merusak apakah sesuatu yang cukup wajar juga? Saya akan jawab… TIDAK! Tidak tidak dan tidak. Mereka pikir apa yang telah mereka rusak itu dibuat dengan uang jajan mereka… semua yang mereka rusak itu berasal dari uang RAKYAT yang ironisnya mereka anggap sedang mereka bela. Rasanya itu semua menjadi sebuah paradok yang bikin ngenes hati.

Para mahasiwa berkoar-koar bahwa apa yang sedang mereka lakukan adalah untuk rakyat tapi pada tindakannya justru merusak barang yang notabene dibiayai rakyat. Apakah hal seperti itu tak terpikirkan sebelumnya…entahlah…

Rasanya kok kurang bijak atas apa yang dilakukan para mahasiswa di Jakarta hari ini… Saya pun mahasiswa juga tapi kok enggak sampai hati merusak barang saat ikut demontrasi…

Apakah rakyat lebih suka dengan tindakan mahasiswa yang seperti itu atau lebih suka dengan mahasiswa yang tekun belajar agar kelak ilmu yang ia terima di perkuliahan bisa membantu negara dan rakyat biasa?

Hmmmmm… saya lebih suka menjadi mahasiswa yang tekun belajar agar kelak ilmu yang saya kuasai bisa berguna untuk orang kebanyakan… misalnya saya menemukan sebuah formula rahasia yang bisa mengubah air menjadi bensin, membuat sebuah LSM yang membantu perekonomian rakyat kecil, membuat sebuah mobil berbahan bakar super irit… bukankah itu lebih berguna bagi rakyat daripada berkoar-koar tidak jelas dimana aspirasinya belum tentu didengar dengan orang yang di DPR sana…

Hiks hiks hiks…

Bandung,Dulu dan Sekarang Juni 19, 2008

Posted by ramadhanchan in Aku dan Sekitarku, Uncategorized.
11 comments

 

Saat kita mendengar kata “Bandung” tentunya pikiran kita akan langsung terkait dengan ibukota dari provinsi Jawa Barat. Bandung pun termahsyur sebagai jelmaan Paris di pulau Jawa.

Kalian yang tinggal di bandung ato mungkin pernah tinggal di bandung tentunya punya kenangan tersendiri tentang kota ini… pernahkah kalian membayangkan seperti apa sih kota bandung di masa silam… romantisme apa yang dipancarkan oleh kota ini… mungkin hanya para oma dan opa ato mungkin papi mami kalian yang bisa melukiskannya… hehehehehehe…

Bayangkan para noni-noni  belanda berseliweran menikmati sensasi unik dari kota ini, para pribumi sibuk dengan urusannya… para Cina asik berdagang, terhipnotis dengan atmosfer yang diberikan…

 savoy homan         

Pastinya kita akan ngiler bin sirik sama penduduk Bandung waktu itu… soalnya Bandung masih sejuk, rapi, teratur dan nyaman…

Pemerintahan Belanda yang waktu itu memerintah emang peduli banget dan sensitif ama tata ruang, makanya saat itu orang-orang pada betah banget (Kayaknya sekarang juga masih…! hehehehehe). Intinya, Bandung dimasa lalu seperti bunga cantik yang menebar keindahan dan bau harum ke semua orang….

Bagaimana Bandung jaman sekarang… apakah  masih menebarkan romantismenya? Aha!… itu bener-bener pertanyaan 1 juta dolar… mari kita lihat…

bandung rame                           landscape bandung

Aaaaaa… dimana Bandung yang indah itu??? siapa yang telah merenggut keindahannya???                   

Tapi Bandung masih tetap indah kok dimata saya… semata-mat karena saya lahir, besar dan berusaha menggapai kedewasaan di kota ini… curang memang bersikap objektif… ahhhhh!