jump to navigation

Aku Menangis Bersama Rumput Juli 23, 2008

Posted by ramadhanchan in Aku dan Hembusan Angin.
Tags: , , , , ,
trackback

Aku menangis bersama rumput
Kelahiranku ditandai butiran embun
Serta gerimis yang memandikanku
Kemudian angin yang mengasuhku di balik gunung
Agar berbicara atas nama kesunyian

Bersama itik aku menghitung hari-hari
Bersama batu menghayati dingin dan kediaman
Langkahku melata seperti keong
Suaraku merindukan cakrawala
Menyeru langit yang biru

Aku minum dari getah waktu
Mendung menimbunku agar bermimpi
Udara mengajariku membaca
Aku paham buku musim dan cuaca
Bahasaku sungai yang mengalir ke muara

Bersama lumut aku samadi
Bersama riak air menari-nari
Sujudku matahari yang tersungkur
Kekhusyukanku bulan yang membumbung
Menggapai puncak diri

1987

Acep ZamZam Noor

Komentar»

1. indra1082 - Juli 24, 2008

PUISInya mantap…..
Terima kasih dah berkunjung, salam kenal juga….

2. rindery - Agustus 31, 2008

Cup…cup….napa nangis ath ?!

3. jujunwlt - Oktober 12, 2008

nda sengaja singgah di sini, puisinya bagus banget.

4. neng®atna - Juni 6, 2009

sabar ya!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: