jump to navigation

Mengurangi Efek Pemanasan Global Juni 25, 2008

Posted by ramadhanchan in Hijaukan Dunia.
Tags: , ,
trackback

KabarIndonesia – POTENSI kerusakan yang begitu dahsyat akibat pemanasan global (global warming) memerlukan strategi untuk mereduksinya secara global pula. Selain efeknya terhadap lingkungan, pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim (climate change) juga memberikan efek serius pada kehidupan sosial masyarakat. Lebih memilukan lagi, masyarakat yang terkena langsung efeknya adalah masyarakat miskin.

Hal tersebut terjadi karena golongan masyarakat miskin tidak memiliki kemampuan finansial memadai untuk melakukan tindakan adaptasi, terutama kelompok masyarakat yang kebutuhan hidupnya bergantung pada alam, seperti nelayan, petani, dan pekerjaan sejenisnya. Pasalnya, nelayan harus berlayar ke tengah laut untuk menangkap ikan karena ikan-ikan yang menjadi target tangkapan menjauhi daerah dekat pantai akibat pemutihan terumbu karang. Demikian juga petani, mereka akan kesulitan menanam tanaman dengan berubahnya iklim dan kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

Dampak lain dari pemanasan global adalah sejumlah keanekaragaman hayati terancam punah akibat peningkatan suhu bumi. Akibat pemanasan global, setiap spesies juga harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dimana habitatnya terdegradasi atau mengalami penurunan kualitas. Setidaknya sebagai makhluk yang tinggal satu atap di planet bumi, kita tak akan membiarkan bumi ini kian lama kian meradang. Strategi pertama dan utama yang lebih baik dilakukan untuk mengurangi efek pemanasan global. Tentu saja adalah dengan mengubah perilaku individu, karena pemahaman terhadap efek dari pemanasan global yang ditanamkan hari ini berdampak besar pada generasi mendatang di kemudian hari, seperti menghemat penggunaan air dan lebih berhemat pada pemakaian listrik.

Pemanasan global terjadi karena terlalu banyak gas rumah kaca yang lepas di atmosfer. Gas rumah kaca didominasi oleh karbondioksida (CO2). Sebagian besar CO2 dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Atas dasar itu, penghematan dalam pemakaian listrik secara tidak langsung juga akan mengurangi kadar CO2 di atmosfer. Selain itu, efek pemanasan global dapat direduksi dengan melakukan penanaman pohon. Oleh karena CO2 dipergunakan tanaman untuk fotosintesis, maka penanaman pohon dalam jumlah banyak dapat menjadi solusi.

Pada titik ini, penanaman pohon secara massal perlu dilakukan, misalnya dengan membuat taman kota dan hutan kota serta menggalakkan kewajiban menanam pohon bagi instansi, perumahan atau lembaga lain. Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sebagai penyumbang sumber CO2 terbesar di wilayah perkotaan juga perlu diantisipasi dengan mengubah perilaku hidup.

Perlu diingat, sekitar 70 % pencemaran udara dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Upaya mengurangi efek pemanasan global dapat juga dilakukan dengan mencari energi alternatif. Penggunaan energi alternatif yang dapat diperbaharui perlu dilakukan di Indonesia. Pembangkit listrik di Indonesia kebanyakan menggunakan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam dimana ketiganya mengeluarkan CO2. Jadi, semakin kita boros menggunakan listrik, semakin banyak CO2 yang dikeluarkan. Daripada terus-menerus boros listrik dan pemerintah harus membangun pembangkit listrik berbahan fosil baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, alangkah lebih baik jika melakukan penghematan dalam penggunaan listrik.

Dengan melakukan penghematan listrik, anggaran pemerintah untuk subsidi listrik yang besar bisa dipakai untuk membangun pembangkit listrik dengan energi bersih, seperti sinar matahari, air, angin, biomassa, dan panas bumi. Sisi lain yang tak mungkin dilupakan untuk mencegah pemanasan global adalah dengan upaya pelestarian hutan.

Masyarakat dan pemerintah harus berupaya bersama-sama dalam menjaga hutan dari kebakaran. Negara-negara lain memandang kebakaran hutan yang kerap kali terjadi di Indonesia merupakan penyumbang CO2 terbesar di dunia. Bahkan, diwartakan di beberapa media massa bahwa Indonesia dituding menjadi negara ketiga penyumbang pemanasan global karena penebangan dan pembakaran hutannya yang cukup besar. Begitu juga dengan memperbaiki kualitas kendaraan dengan uji emisi dapat mereduksi efek dari pemanasan global. Uji emisi merupakan sarana untuk memperoleh kepastian mengenai kinerja mesin kendaraan apakah dalam kondisi prima atau sebaliknya.

Melakukan uji emisi dengan benar terhadap kendaraan bermotor perlu dilakukan karena mesin yang prima akan mengeliminir pembuangan gas karbon sehingga dapat ikut menjaga lingkungan dan hemat bahan bakar. Perlu juga dilakukan adalah dengan membina kelompok pelajar, mahasiswa, dan masyarakat pecinta lingkungan untuk bersama-sama berjuang mengatasi efek dari pemanasan global.

Upaya sadar lingkungan harus mulai digerakkan sedini mungkin pada anak-anak dan remaja. Yang jelas, strategi dan upaya untuk mereduksi efek pemanasan global haruslah didukung oleh segenap pihak. Meskipun hasilnya tidak dapat dilihat secara langsung dan cepat, upaya mengatasi dampak pemanasan global yang dilakukan saat ini akan dirasakan manfaatnya kelak. Efek pemanasan global tidak dapat dicegah hanya melalui individu, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika kita memulai upaya sadar lingkungan mulai saat ini demi generasi yang akan datang. Mari bertindak nyata demi masa depan bersama.

* ROFIQOH HADIYATI Akademikus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Berdasarkan artikel dari http://www.kabarindonesia.com

Komentar»

1. frans - April 30, 2010

mas numpang share yah!!!
save our earth!!!😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: